
JAKARTA, zonabisnis.id – Emiten farmasi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mendapat suntikan dana segar sebesar Rp846 miliar dari PT Bio Farma (Persero).
Suntikan dana ini melalui skema pinjaman pemegang saham atau shareholder loan (SHL), yang disalurkan ke KAEF pada 31 Desember 2025.
KAEF merencanakan dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja, pelunasan kewajiban operasional, serta kewajiban perbankan guna mendukung keberlangsungan usaha perseroan.
“Pinjaman pemegang saham atau SHL dari PT Bio Farma (Persero) kepada perseroan dengan nilai Rp846 miliar,” tulis manajemen KAEF dalam keterbukaan informasi, yang dikutip Kamis (8/1/2026).
Suntikan dana ini diberikan di tengah kondisi liabilitas Kimia Farma yang relatif tinggi. Hingga September 2025, total liabilitas KAEF tercatat sebesar Rp11,71 triliun, terdiri atas Rp6,98 triliun liabilitas jangka pendek dan Rp4,73 triliun liabilitas jangka panjang.
Porsi terbesar berasal dari utang bank yang nilainya mencapai lebih dari Rp5,5 triliun.
Dalam skema SHL tersebut, Kimia Farma juga memberikan jaminan senilai Rp775,2 miliar berupa aset tanah, bangunan, piutang, dan persediaan.
Nilai jaminan tersebut setara dengan 120% dari Rp646 miliar, atau sekitar 25,69% dari nilai kekayaan bersih perseroan.
Manajemen KAEF menjelaskan fasilitas pinjaman ini merupakan bagian dari Rencana Restrukturisasi Perusahaan (RRP) yang disusun untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Penulis: R-11 || Editor: Nurwiyanto || Foto: istimewa



No Responses